Minggu, 03 Juni 2018

Membangunkan Banser yang Sedang Tidur



Untuk menjadi anggota Banser, seorang pemuda waras haruslah mengikuti pendidikan dan pelatihan Banser yang biasanya diselenggarakan dua sampai tiga hari. 

Selama pendidikan dan pelatihan tersebut, calon anggota Banser dididik untuk menjadi seorang muslim taat dan cinta negeri, dilatih mental dan cara pikirnya, digembleng fisik dan jiwanya. 

Selain diwajibkan mengikuti pengajaran dalam kelas dengan materi-materi keislaman, keindonesiaan dan kepemimpinan, para calon anggota Banser juga diharuskan mengikuti kegiatan di luar kelas semacam jelajah alam dan Caraka malam. 

Dalam jelajah alam mereka biasanya diberi kesempatan langka untuk bebas belepotan lumpur, bebas nyenplung gorong-gorong, bebas merangkak di galeng (pematang sawah). 

Pada calon anggota Banser, selama masa pendidikan, selain wajib salat berjamaah juga diwajibkan mengikuti mujahadah.

Mujahadah sendiri adalah ritual qiyamul lail atau bangun malam sekitar pukul dua dini hari untuk kemudian salat tahajud, wirid, bertafakkur, segala macam usaha mendekatkan diri kepada sang Khaliq. 

Mujahadah tidak hanya merupakan tantangan bagi peserta pendidikan. Ia juga tantangan bagi panitia pendidikan dan tim instruktur.

Dini hari adalah jam-jam paling gelap sebelum terbit sinar pertama hari baru. Paling enak-enaknya untuk tidur.

Seorang panitia dan instruktur baru, dalam sebuah penyelenggaraan pendidikan, mengadu kepada seorang instruktur senior. 

“Saya nyerah, Ndan. Peserta susah sekali dibangunkan untuk mujahadah,” keluhnya. 

Sang senior bertanya, “Bagaimana kamu membangunkan mereka?”

“Ya saya teriaki, bangun, bangun, ayo mujahadah! Tak satu pun yang bergerak,” jawab instruktur baru. 

“Hm,” gumam sang instruktur senior. “Ambilkan saya megaphone,” perintahnya. 

Lalu mereka berdua bergerak bersama menuju ruang menginap para peserta pendidikan. 

Dengan sigap dan penuh percaya diri, sang instruktur senior menyalakan megaphone dan berteriak, “Banseeeer! Ayo banguun! Makaan! Makaaan!”




Posting Komentar

Whatsapp Button works on Mobile Device only

Start typing and press Enter to search