Minggu, 08 Oktober 2017

Tidur Seranjang

Gus Yahya dan Gus Ipul, saat masih pengangguran, sering rentang-renteng berduaan. Salah satu sopir Gus Yahya, Kang Yondol, berkisah tentang keduanya:

"Dulu Gus Yahya dan Gus Ipul pernah melakukan perjalanan tur keliling Jawa menemui kiai-kiai. Saya yang nyopiri.

"Energi dua putra kiai itu nggak ada habisnya. Habis dari kiai ini, langsung ke kiai itu. Nggak peduli malam sudah larut. Pernah, waktu itu, tiba di rumah salah satu kiai di Jateng sudah larut malam. Gus Ipul yang usul sowannya besok pagi saja, tidak digubris oleh Gus Yahya.

"'Pak kiai jam segini pasti sudah istirahat, Gus,' kata Gus Ipul. Gus Yahya menimpali, 'Gampang, saya punya jurus. Kita pasti ditemui.'

"Kepada kang santri yang sedang dapat giliran menjaga rumah kiai yang hendak disowani, Gus Yahya dawuh, 'Kang, bangunkan pak Kiai. Kami sudah ditunggu beliau.' Tentu saja kang santri langsung ngacir masuk rumah kiai. Larut malam begini, ada janji. Pasti urusan penting sekali, batin kang santri.

"'Padahal janjian aja enggak,' bisik Gus Yahya kepada Gus Ipul sambil menahan geli."

Kang Yondol menceritakan kisah yang lain:

"Pada tur itu juga, suatu saat, Gus Yahya dan Gus Ipul sampai di Surabaya. Rupanya Gus Yahya kali ini benar-benar kecapaian. Beliau memesan kamar hotel untuk menginap.

"Entah karena kamar hotel yang kosong tinggal satu atau karena duit pas-pasan, Gus Yahya memesan kamar cuma satu. Untuk bertiga: Gus Yahya, Gus Ipul dan saya.

"Di kamar hotel, ranjang cuma satu. Saya ndlosor di lantai. Gus Yahya dan Gus Ipul sare, tidur, satu ranjang!"

Kang Yondol menyempurnakan kisahnya:

"Waktu hendak sare, Gus Yahya berbaring di satu sisi ranjang, minggir banget, dan Gus Ipul berbaring di sisi ranjang yang lain. Minggir banget juga.

"Nah, jam dua dini hari saya terbangun pingin pipis, dan saya lihat Gus Yahya dan Gus Ipul sudah kruntelan berdua di tengah ranjang, kemulan seprei yang dijadikan selimut!!!"

***

Saya yang mendengar cerita kang Yondol berkomentar, "Wah, kok nggak kamu foto, Yon?!"

Jawabnya: "Bisa kualat saya."

"Lha kok kamu ceritain ke saya?"

Raut muka kang Yondol langsung abang-ireng. "Jangan kasiktau orang lain lho ya!" sergah Kang Yondol ketar-ketir.


Posting Komentar

Whatsapp Button works on Mobile Device only

Start typing and press Enter to search