Selasa, 12 September 2017

Asal Britis

Asal Britis Stop Humanity
Ayam goreng itu bahasa Inggrisnya fried chicken. Tapi kalo Anda minta dioleh-olehin suami fried chicken, yang Anda dapatkan adalah fried chicken dengan saos tomat dan terkadang lengkap dengan french fries, sementara jika pesan ayam goreng, yang Anda dapatkan adalah ayam goreng dengan sambal dan lalapan.

Ya mau gimana lagi. Orang-orang pahamnya begitu. Mau protes, apanya yang diprotes?

Itu masih mending. Perbedaan bahasa cuma menunjukkan perbedaan jenis barang, makanan. Ini ada perbedaan bahasa digunakan untuk melambungkan harga barang yang sama. Nongkrong di kafe rasanya lebih keren daripada nyangkruk di warung kopi. Jika kopi hitam secangkir normalnya cuma empat ribu paling mahal, maka black coffee standarnya sepuluh ribu. Rasanya pengen buka warung kopi dengan menu kopi hitam sepuluh ribu dan black coffee dua ribu.

Itu juga masih mending.

Beberapa tahun yang lalu saya sholat di belakang Kang Pariman. Dia sholat pakai kaos. Ndak papa. Masalahnya, setelah salam dan wiridan, kang Pariman membalikkan badan dan saya melihat di kaosnya ada tulisan begini: 'Music is my religion'.

Kalau dia paham dan dengan penuh kesadaran memakai kaos tersebut atas pilihannya sendiri sebagai bentuk ekspresi kesukaannya atas musik hadroh sih ndak papa.

Saya jadi ingat sebuah film komedi tahun 90-an yang dulu sering diputar di televisi. Judulnya 'God Must be Crazy'. FPI tahu artinya nggak sih? Kok nggak demo penistaan agama? Tuhan pasti gila.

Kadang lucu aja lihat orang-orang keliru meletakkan kosakata. Akibatnya bisa menggelikan. STOP HUMANITY!

Posting Komentar

Whatsapp Button works on Mobile Device only

Start typing and press Enter to search